Thursday, March 09, 2017

BOYS SALE

Aku dan teman-temanku, Abi, Domi, Tongam, Kak Magnus dan Kak Farrel membuat satu projek amal yang bernama BOYS SALE. Kami mengumpulkan baju-baju kami yang tidak dipakai lagi. Lalu kami mensortir baju berdasarkan kaos berkerah, kemeja, kaos rumah, celana pendek rumah, celana pendek pergi, celana panjang, jaket dan pakaian anak perempuan. Kemudian diukur panjang dan lebarnya menggunakan meteran. Kami berbagi tugas, ada yang mengukur, ada yang menulis dan ada yang melipat.



Selanjutnya kami foto baju-baju. Kami berbagi tugas lagi, ada yang menaruh dilantai, ada yang foto-foto baju, ada yang melipat baju-baju dan ada yang edit fotonya. l.alu dimasukin ke dalam Facebook oleh Tante Lia untuk dijual. 


Setelah itu tugas kami membungkus paket-paket. Ada yang bungkus, ada yang guntingin selotip dan ada yang tulis alamat. Kami berkerja bersama-sama. Tante Laura membantu mengirimkan paket-paket itu.



Uang yang dihasilkan disumbangkan ke Kota Seni dan sisanya untuk beli es krim.


Nantikan BOYS SALE 2!!!!!!!!!!!!

Wednesday, January 25, 2017

SHINE: Rumah sutera


Hari ini aku bangun jam 5 pagi. Aku mau ke Bogor naik KRL bersama Mama. Tapi kita sempat kelewatan kereta deh. Tidak lama kemudian kereta datang dan kita masuk ke dalam kereta. Kemudian kita sampai di Stasiun Duri deh. Kita harus ganti kereta menuju Stasiun Bogor. Lalu kereta datang kita masuk ke dalam kereta yang ke Bogor. Perjalanan ke Stasiun Bogor lama banget, sampai 30 stasiun loh!!!!!!!!!!!!!.


Aku ketemu Kak Magnus, Kak Farrel dan Domi serta Dottie di Stasiun Bogor. Lalu kita bersama-sama naik angkot ke Rumah Sutera. Tempatnya gede banget kayak vila, masuk nya jauh banget. Lalu ketemu Bapak Rido yang sedang menceritakan tentang ulat sutera. Lalu kita jalan ke kebun murbey.

Ini namanya daun murbey. yang kiri daunnya dari Lembang dan yang kanan dari Bangka.

Aku lagi megang ulat sutera nya, halus sekali.

Proses membuat benang sutera:

Berawal dari ulat sutera

Menjadi kepompong

Lalu direbus dan dicuci

Cangkangnya di pintal,

Ulatnya sudah mati dan bisa dimakan karena banyak protein

Ini benang sutera nya

Benang sutera kuat banget

Aku lagi liat proses bikin kain dari benang sutera

Setelah dari Rumah Sutera kami mau makan siang di Warung Doyong


Setelah makan siang kami bersama-sama ke Stasiun Bogor lagi dan pulang ke rumah masing-masing.

THE END



Thursday, January 05, 2017

SHINE : Kedai Daur Ulang


Hari ini aku ke Kedai Daur Ulang. Aku bangun jam 5 pagi lalu kita ke apartemen nya Abi. Kita berdua main-main. Jam 9 kita order Grab-car. Lalu sampai deh di Kedai Daur Ulang. Kita ketemu Kak Magnus, Kak Farrel, Alisha, Tongam, Torkis dan Tolap. Lalu bertemu dengan Pak Nursalam.


Pak Salam cerita tentang kertas yang dibuat dari bulu ayam dan daun pohon.  Lalu kita diajak keluar buat bikin kertas. Bikin kertasnya kaya gini, kertasnya dirobekin lalu kertasnya dimasukin ke dalam blender. Jadi deh kertas bubur. Lalu kertas bubur dituang ke screen dgn bingkai dan di tempel ke papan kayu. Lalu nunggu 2 jam sampai kertas nya kering.


Pak Salam mengajak bikin kotak pensil dari bahan kardus dan kertas daur ulang.
Lalu jadi deh kotak pensilnya tapi harus nunggu kering dulu kalau nggak nempel di kotak pensilnya.

Setelah itu, kita makan siang deh. Makannya adalah mie kocok dan Es Jeruk

THE END

Dibawah ini cara membuat kertas daur ulang